Jumat, 31 Juli 2015

Contoh Teks MC Akad Nikah Adat Melayu



SUSUNAN ACARA AKAD NIKAH
(ADAT MELAYU)



1.       SAMBUTAN TUAN RUMAH

Bismillahirrahmanirrahim…..
Seiring balam dengan merebah,
Bubut dan balam serta merpati
Seiring salam beserta sembah
Sambutlah salam dari kami

Assalamu’alaikum wr.wb
Bapak-bapak, ibu-ibu, encik-encik, puan-puan, dan tuan-tuan. Kaum kerabat handai taulan, para jemputan majelis yang kami muliakan.
Kecil tak disebut nama
Besar tak dihimbau gelar
Yang pejabat dengan kuasanya
Yang Alim ulama dengan kitabnya
Yang cerdik pandai dengan ilmunya
Yang tua-tua dengan pusakanya

Pada saat yang berbahagia ini, izinkan saya yang mewakili atas nama tuan rumah Bapak/ Tuan Prof. Dr. Syaiful Bahri, M.Si,  beserta keluarga untuk mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas kedatangan Bapak-bapak, ibu-ibu, encik-encik, puan-puan dan tuan-tuan dengan hati yang suci, muka yang jernih, kami tunggu dengan dada yang lapang.
Hendaklah  panas disiang hari,
Jangan berlarut sampai petang,
Sangatlah cemas dihati kami
Takutkan encik, puan dan tuan tak mau datang

Karena menjadi suatu kehormatan bagi kami kehadiran jemputan majelis sekalian. Tanpa kehadiran bapak-bapak, ibu-ibu, encik-encik, puan-puan, dan tuan-tuan acara yang kami adakan pada hari ini tidaklah berarti sama sekali.
Berbalik ke pangkal kaji, adapun maksud dan tujuan ahli bait menjemput encik-encik, puan-puan dan tuan-tuan untuk hadir meraikan serangkaian acara pernikahan anak kami :
Nisa Isneni Hanifa dengan Asmika Rahman yang diselenggarakan hari ini, tanggal 31 bulan Juli, tahun 2015

Dengan demikian, kepada bapak-bapak, ibu-ibu, encik-encik, puan-puan dan tuan-tuan jemputan majelis yang kami muliakan, tidak lain harapan kami, kiranya sudi memberikan do’a restu kepada anak kami tersebut. Semoga atas do’a restu yang diberikan dapat memperkuat do’a kami kepada Tuhan YME serta anak kami kelak akan hidup rukun, damai dan mendapat keturunan yang sholeh, beriman, senantiasa bertaqwa kepada Tuhan YME dan menjadi keluarga syang saqinah, mawaddah, warahmah serta mengabdi kepada kedua orangtuanya dan berguna bagi bangsa dan Negara.
Buatlah kebun di pulau dedap
Supaya puas makan semangka
Kepada hadirin kami berharap
Memberikan restu beserta do’a
Sebagaimana pantun melayu mengatakan :

Sudah lama membuat tudung,
Baru sekarang siap digunakan
Sudah lama niat terkandung
Baru sekarang disampaikan

Bapak-bapak, ibu-ibu, beserta hadirin para jemputan yang kami hormati..

Jika lancang kuning berlayar perlahan
Menuju ke batam kemudi diarahkan
Kalaulah tak sopan kami melayani encik, tuan dan puan
Ampun dan  maaf kami harapkan

Mungkin kami dah salah adat
Mungkin kami dah salah letak
Yang tua tidak dituakan
Yang patut tidak dipatutkan
Yang dahulu terkemudiankan
Dari jauh kami menjunjung duli
Dari dekat kami mengangkat sembah
Disusun jari yang sepuluh
memohon maaf beserta ampun

Bak kata orang-orang tua :
Tak ada gading yang tak retak,
Tak ada kayu yang tak berbongkol,
Tak ada sungai yang tak bersampah,
Lain lubuk lain ikannya
Lain padang lain belalangnya
Rambut mungkin sama hitamnya
Namun pendapat belumlah tentu sama

Bapak-bapak, ibu-ibu, encik-encik, puan-puan dan tuan-tuan jemputan majelis yang kami muliakan.
Nampaknya runding sudah mufakat
Yang diagak sudah berjumpa
Yang diminta sudah diberi
Yang kesat sudah dilicinkan
Yang bengkok sudah diluruskan
Yang koyak sudah ditambal
Leganya dihati kami
Senanglah dikira-kira

Bak kata orang tua-tua :
Anak menangis karena lada
Maklumlah lada warananya merah
Anak menangis menantu gagah
Mertua tersenyum terkakah-kakah

Bapak-bapak, ibu-ibu dan hadirin yang berbahagia
Sampailah ucap dengan pinta,
Ibarat berjalan sudah sampai ke pulau
Orang berdaulat  mengungkung hidup
Orang tua punca amanah
Orang ramai pemberi restu

Maka sekali lagi saya atas nama shohibul bait memohon maaf yang setulus-tulusnya
Jika terdapat silap dan terlupa,
Entah kami salah usut,
Salah tepak menyongsongkan,
Salah tempat mendudukkan,

Begitupun juga jika ada kata-kata saya

Meninggi melambung menyapu awan
Atau kebawah merendah memecak bumi,
Helat selesai hatipun senang
Ampun dan maaf kami diberi

Akhirul kalam kami bermadah :
Galah bergalah dalam jerami
Supaya itik turun ke rawa
Tingalkan yang salah kepada kami
Supaya yang baik saja yang tuan bawa

Merebah seiring dengan balam
Anak seorang berulang mandi
Sembah bersusun dengan salam
Disini kata saya sudahi

Wabillahi taufiq wal hidayah
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


2.       ACARA AKAD NIKAH

A.      KATA PEMBUKA
Assalamu’alaikum wr.wb
Alhamdulillahirabbil’alamiin, wal’akibatulil muttaqin, washolatu wassalaamu’ala asyrofil ambiya i wal mursalin, sayyidinna muhammadin, wa’alaa alihi wa ash haa bihii rosulillahi ajma’in. amma ba’du

Marilah sama-sama kita panjatkan Puji syukur kepada Allah SWT Pada kesempatan yang berbahagia ini Kita sama-sama berkumpul Di rumah kediaman Bapak Prof. Dr. Syaiful Bahri, M.Si
Selanjutnya sholawat beriringkan salam Kita kirimkan buat Nabi Muhammad SAW. ALLAHUMMA SHALI’ALA MUHAMMAD WA ‘ALA ALI MUHAMMAD.

Encik-encik, Puan-puan dan Tuan-tuan jemputan majelis yang kami muliakan :

Yang kecil tidak disebut nama
Yang besar tidak dihimbau gelar
Yang raja dengan daulatnya
Yang datuk dengan tuahnya
Yang penghulu dengan hulunya
Yang alim berkitabullah
Yang cerdik penyambung lidah
Yang berani pelapis dada
Yang tua pembawa petuah
Yang muda dengan takahnya
Yang jauh kami jemput dengan surat
Yang dekat kami jemput dengan tepak

Kini yang dijemput sudahlah tiba
Yang dipesan sudah datang
Yang dihimbau sudah bersahut
Yang gayung sudah bersambut
Yang dari bukit datang menurun
Yang dari lurah datang mendaki
Yang dari laut datang berlayar
Yang dari hulu datang berdayung
Yang dari hilir datang bergalah
Yang lumpuh datang berdukung
Yang buta datang bertuntun
Yang renta datang bertongkat

Karena itulah Encik-encik, Puan-puan, dan Tuan-tuan kami jemput, kami silahkan meringankan langkah berhimpun pepat di majelis ini :

Yang duduk bersanding lutut
Yang tegak bersanding bahu
Atas nama yang punya helat
Atas nama yang punya hajat
Atas nama kaum kerabat

Yang jauh atau yang dekat
Yang dilaut atau yang didarat

Kedatangan Encik-encik, Puan-puan dan Tuan-tuan

Kami sambut dengan muka jernih
Kami terima dengan hati suci
Kami nanti dengan dada lapang
Kami tunggu dengan kasih sayang

Kami sambut dengan adat
Kami nanti dengan lembaga
Kami junjung atas kepala

 Untuk itu atas nama keluarga Bapak Prof. Dr. Syaiful Bahri beserta isteri, Ibu Dr. Muhdarina, M.Si dan keluarga Bapak Aswardi, Ba beserta isteri, Ibu (Almh) Sri Sulami, saya menyampaikan tahniah beserta ucapan setinggi-tinggi terimakasih, atas kerelaan hati Encik-encik, Puan-puan dan Tuan-tuan untuk hadir memenuhi jemputan kami berhimpun pepat kita disini. Semoga Allah swt membalas budi baik Encik-encik, Puan-puan dan Tuan-tuan yang budiman…

Namun dalam pada itu jika kami menyambut kedatangan Encik-encik, Puan-puan dan Tuan-tuan :

Entah terdapat salah dengan silih
Entah salah adab dengan cakap
Entah salah letak dengan tegak

Dimana :

Yang patut tidak dipatutkan
Yang tua tidak dituakan
Yang alim ulama tidak dimuliakan
Yang beradat lupa diadatkan
Yang dahulu terkemudiankan

Mohonlah kami diberi ampun
Mohonlah kami diberi maaf

Kalau hutang kan kami pikul
Kalau beban kan kami tanggung
Kalau salah kan kami timbang
Kalau janggal kan kami bilas

Supaya salah tak berkepanjangan
Supaya sesat tidak melarat
Supaya aib tidak menimpa
Supaya malu tidak tersimbah
Supaya hilang syak wasangka
Supaya menjauh tuduh dan tomah
Supaya helat tidak menyalah

Telah dibidalkan oleh orang tua-tua :

Tak ada tebu yang tak beruas
Tak ada kayu yang tak berbongkol
Tak ada sungai yang tak bersampah
Tak ada gading yang tak retak
Tak ada manusia yang tak mengandung khilaf

B.      ACARA INTI
Encik-encik, Puan-puan dan Tuan-tuan beserta jemputan yang kami muliakan,
Kabar sudah bendang ke langit
Berita sudah merebak ke bumi
Iyang-iyang sudah mengiyang
Isik-isik sudah berbunyi
Pesan bersambung sudah tiba
Hajat dikandung sudahlah nyata

Seperti kata orang tua-tua :

Sudah lama langsatnya condong
Baru kini batangnya rebah
Sudah lama niat dikandung
Barulah kini disampaikan Allah

Sebagaimana yang tertera dalam jemputan kami bahwa pada hari ini, hari Jum’at, tanggal 31, bulan Juli, tahun 2015, kita bersama-sama akan menyaksikan detik-detik yang sangat membahagiakan yaitu insya Allah akan dilangsungkan akad nikah :

Puan Nisa Isneni Hanifa binti Syaiful Bahri
dengan
Tuan Asmika Rahman bin Aswardi, Ba

Kalau berkayuh membawa galah
Cepatlah sampan tiba di pantai
Kalaulah sudah kehendak Allah
Niat terkabul hajat pun sampai

Akad nikah wajib hukumnya
Ijab dan Kabul menjadi intinya
Supaya perkawinan sah adanya
Bersuami isteri halal keduanya

-          Maka dengan segala takzim, kami persilakan kepada yang amat berhormat Bapak/Tuan Prof. Dr. Syaiful Bahri, M.Si yang akan menjadi wali calon pengantin perempuan untuk duduk menempati tempat yang telah disediakan.
-          Berikutnya dengan hormat dan takzim kami persilakan kepada Bapak/Tuan_________________       (……………………………………………………….) dan Bapak/Tuan_____________________(…………………………………………………..) selaku saksi untuk duduk ditempat yang telah disediakan.
-          Dan selanjutnya dengan hormat dan takzim, kami persilakan Tuan Kadi KUA_________(Sebutkan wilayah kerja) Bapak/Tuan______________              __ untuk menempati tempat yang telah disediakan, sekaligus yang akan memimpin acara akad nikah yang khidmat ini nantinya.
-          Encik-encik, Puan-puan dan Tuan-tuan beserta jemputan majelis yang kami muliakan, agar keberkahan Allah swt  menyertai kita sepanjang acara ini, marilah kita mulakan acara ini terlebih dahulu dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an
(surat Ar Rum ayat 21-23) oleh Kakanda Mempelai Perempuan, Risko Hadi      
-          Hadirin dan jemputan majelis yang kami hormati, sebelum corong (melayu : microphone) di serahkan kepada Tuan Kadi untuk memimpin proses akad nikah, terlebih dahulu kami harapkan kepada Bapak Prof. Dr. Syaiful Bahri, M.Si dan Ibu Dr. Muhdarina, M.Si untuk menjumpai puteri tercinta ke dalam kamar, untuk bertanya kesediaaan dan kesiapan ananda untuk dinikahkan.

-          Selanjutnya corong diserahkan kepada Tuan Kadi, Bapak______________________ sekaligus memimpin prosesi pernikahan.
Beberapa acara yang dipimpin oleh Tuan Kadi atau Kepala KUA :
  1. Pengantar dari Tuan Kadi selaku Kepala KUA diwilayah tempat calon pengantin tinggal
  2. Khotbah nikah
  3. Ijab Kabul
  4. Do’a (Muhtasar Elhamdi)
  5. Pembacaan sighat takhlik oleh suami
  6. Penandatanganan berita acara
  7. Penyerahan buku nikah oleh Tuan Kadi/Kepala KUA
  8. Penyerhan mahar/mas kawin oleh suami kepada isteri

                Encik-encik, Puan-puan dan Tuan-tuan serta jemputan yang kami hormati
                Seperti kata orang tua-tua :
Lebatlah batang padi jerami
Lebat bersemai di dalam bakul
Amatlah senang di hati kami
Hajat sampai niat terkabul

Ibu dan bapak patut di sembah
Jasanya banyak kasih tak sudah
Memelihara anak bersusah payah
Jika melawan dimurkai Allah

-          Maka selanjutnya kita ikuti sejenak acara bersimpuh atau menyembah di hadapan kedua orang tua oleh kedua mempelai
( Menyembah, bersimpuh atau sungkeman merupakan bukti bakti kepada orang tua. Ibu dan bapak yang telah melahirkan, membesarkan, merawat serta menjadikan ananda menjadi insan yang budiman, mengenal Allah dan sesama dalam ajaran-ajaran, nasehat dan contoh laku yang yang diterapkan dalam keseharian)
-          Untuk itu dengan hormat dan takzim dipersilakan kepada Bapak Prof. Dr. Syaiful Bahri, M.Si beserta Ibu Dr. Muhdarina, M.Si selaku orangtua mempelai perempuan dan  kepada Tuan__________________ dan Puan______________________ selaku orangtua/wali mempelai laki-laki, beserta kaum keluarga, kerabat kedua belah pihak yang patut-patut untuk menempatkan diri di depan pelaminan.
-          Selanjutnya kami persilakan kepada Mak Andam ___________ menjemput mempelai perempuan untuk bersama-sama dengan mempelai lelaki melakukan acara bersimpuh atau menyembah orangtua ini.
-          Dimulakan oleh mempelai lelaki kepada orangtua kandungnya dan diikuti oleh mempelai perempuan kepada orangtua  kandungnya ( jika salah satu orang tua kandung atau keduanya sudah tiada atau berhalangan hadir, maka digantikan oleh wali )

Ibu dan bapak, bunda dan ayah, papa dan mama yang kami cintai
Kiranya do’a restu sepenuh hati kami dapati
Agar kami mendapat berkah dan rahmat ilahi
Dalam mengarungi biduk mahligai ini

Terimakasih tiada terkira sudah membesarkandan menghantarkan kami
Menjadikan pertemuan kami ini penuh arti
Tak akan mampu kami membalas semua budi
Hanya do’a tulus menjadi persembahan kami
Kiranya Allah berkenan menjadikan orangtua kami
Sebagai ahli surga dan kami sebagai mata air bagi mereka

Berbilang waktu berganti, kasih mu bunda tak akan sirna
Berbilang musim berlalu,jasa mu ayah tak akan punah
Masa kecil kami dibuat penuh bahagia
Masa dewasa kami pun demikian juga
Belajar merasa cukup dengan segenap syukur
Agar setiap kurang tak tersebut,  tak terukur


-          Dilanjutkan mempelai laki-laki kepada orangtua kandung perempuan dan mempelai perempuan kepada orangtua kandung mempelai laki-laki

Ibu dan bapak, bunda dan ayah, mama dan papa kami tercinta
Kesetiaan yang diajarkan adalah cerminan bagi kami dalam melangkah
Agar tetap mencintai dalam keadaan marah
Agar tetap menjaga damai dalam bertikai
Menjaga kasih sayang dalam suka dan duka
Hingga ajal memisahkan, Insha Allah…

-          Kemudian dilanjutkan bersimpuh kepada pihak keluarga, kepada kakek, nenek, pak cik, makcik, paman, bibi, om, tante, ( biasanya urutan sesuai permintaan dari tuan rumah berurutan dari yg lebih tua )
-          Dilanjutkan menyalami para saksi, kerabat dan jemputan yang menghadiri acara pernikahan….


Wahai segala kaum kerabat
Ke ibu bapak tunjukkan minat
Kepada mereka berlaku hormat
Supaya sejahtera dunia dan akhirat

Janganlah durhaka kepada ibu bapak
Laknatnya besar Tuhan pun murka
Sepanjang hayat akan terhina
Apabila mati masuk neraka 

Ibu dan bapak kita muliakan
Budinya banyak tak terbalaskan
Karenanya wajib berlaku sopan
Sakit dan senang  kita peliharakan

Ibu dan bapak jangan disakiti
Kepada keduanya kita berbakti
Supaya selamat hidup dan mati
Do’anya makbul Allah rahmati

Selanjutnya pada Mak Andam_______________ kiranya dapat menuntun kembali kedua mempelai kembali duduk di pelaminan.
Bapak- bapak, Ibu-ibu, Encik-encik serta Puan-puan dan Tuan-tuan yang kami hormati. Selesailah sudah seluruh rangkaian acara bersimpuh ataupun menyembah kedua orangtua oleh kedua mempelai yang berbahagia.

Acara menyembah selesai sudah
Ibu dan bapak memberi berkah
Semoga keduanya hidup bertuah
Sampai mati baru berpisah

Bapak-bapak, Ibu-ibu, Encik-Encik, Tuan-tuan dan Puan-puan serta jemputan yang berbahagia…
Demikianlah rangkaian acara pernikahan Puan Nisa Isneni Hanifa binti Syaiful Bahri
dengan Tuan Asmika Rahman bin Aswardi, Ba pada hari ini.

Umpama berlayar sudah sampai ke pulau
Umpama berjalan sudah sampai ke batas
Umpama unut sudah sampai ke bakal
Umpama sungai sudah sampai ke guguknya

Yang ruas sudah sampai ke bukunya
Yang terasa-rasa sudah dirasa
Yang termimpi-mimpi sudah terjadi
Yang terbayang-bayang sudah terpandang

Yang helat sudah dekat ke ujungnya
Yang pertemuan sudah dekat sudah selesai
Yang adat sudah diisi
Yang lembaga sudah dituang
Yang hutang sudah dibayar
Yang piutang sudah diterima

Orang membelat di tepi pantai
Banyaklah dapat ikan tembakaul
Yang kami hajat sudah tercapai
Yang kami minta sudah terkabul

Elok datang tampak muka
Elok pergi nampak belakang
Elok jalan berlapang dada
Elok tinggal berkasih sayang

Tepung tawar sudah di renjis
Sudah dibilas pula dengan do’a
Maka lengkaplah do’a restu majelis
Kepada kedua mempelai yang berbahagia

Dan sekali lagi kami atas nama seluruh keluarga menyampaikan :

                Permohonan maaf atas segala salah dan silih
                Permohonan ampun atas segala khilaf dan janggal
Atas segala kekurangan yang terjadi selama melaksanakan acara ini.

 Maklumlah,
 Didalam berhelat banyaklah cacat
Didalam bekerja banyak kurangnya
Didalam berbuat banyak yang janggal
Didalam menyambut banyak yang tak patut

Yang Raja tak tersapa
Yang Datuk tidak terjenguk
Yang Penghulu tidak diberi tahu
Yang Ulama tidak dikemukakan
Yang Tua tidak di didahulukan

Yang dahulu terkemudiankan
Yang ditengah diketepikan
Yang dijemput tidak disambut
Yang diundang tidak dipandang

Maka semua salah janggalnya
Terpikullah dibahu kami

Di Kuala Daek airnya tenang
Disana biduk banyak berhenti
Mana yang baik bawalah pulang
Mana yang buruk kita sudahi

Encik-encik, Puan-puan dan Tuan-tuan serta jemputan majelis yang kami muliakan…

Putih didalam putih diluar
Pepat didalam pepat diluar
Putihnya dapat disudahi
Pepatnya dapat diduduki

Terimakasih atas kehadiran bapak, ibu, encik, tuan dan puan serta jemputan majelis yang kami muliakan, kiranya besok berkenan kembali hadir dalam acara resepsi atau peresmian nikahnya anak dari Tuan dan Puan Prof. Dr. Syaiful Bahri, M.Si /Dr. Muhdarina, M.Si serta Tuan dan Puan Aswardi, Ba/(Almh) Sri Sulami.
Kecil tak disebut nama
Besar tak di himbau gelar
Sambutlah sembah salam kami

Lebat rumbia di Sungai Kedah,
Sayang senduduk di tepi muara;
Penganan mulia terletak sudah,
Samalah duduk menjamu selera.

Sebelum kami tutup, kami maklumkan kepada bapak/ibu/tuan dan puan kiranya berkenan bersantap siang bersama atas hidangan yang telah disediakan oleh ahlil bait.

Barakallahu Laka Wa Baraka ‘Alaika Wa Jama’a Bainakuma Fi Khair...

Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.

Wassalamu’alaikum wr.wb

0 komentar:

Posting Komentar