Rabu, 08 Oktober 2014

Berbagi Inspirasi Hingga Suku Pedalaman Bukit Tiga Puluh


Setelah sukses dengan ekspedisi bakti relawan nusantara ke Desa Selat Akar, Kepulauan Meranti akhir Juni kemarin, Relawan RZ Pekanbaru kembali melaksanakan ekspedisi bakti relawan nusantara dengan tema jelajah suku pedalaman. Dengan jumlah 5 orang yang terdiri dari 2 ikhwan (Ari dan Rozi) dan 3 akhwat (Karmel, Amy, dan Ina) berangkat dari Rumah Bersalin Gratis (RBG) pada pukul 22.30 WIB menuju Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal Kabupaten Indragiri Hulu (25/09). Perjalanan darat sekitar 5 jam ditempuh dengan menggunakan mobil yang bermuatan padat dengan 7 orang dan barang bawaan seperti kornet superqurban 246 kaleng, buku 2 kardus, Al - Qur’an 9 buah dan mukena 15 buah serta perlengkapan pribadi.

Perjalanan Penuh Tantangan
Jum’at (26/09) sekitar pukul 04.00 WIB rombongan tiba dikantor Pusat Konservasi Harimau Sumatera (PKHS) untuk bersilaturahim dengan pihak PKHS dan meminta izin untuk memasuki kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) yang diwakili Bapak Rahmat. Dari beliau kami memperoleh informasi seputaran TNBT termasuk satwa yang terdapat di kawasan TNBT tersebut. Mendengar cerita dari Bapak Rahmat semakin membuat semangat kami untuk dapat segera sampai ke lokasi.
Pukul 07.00 WIB kami bergerak menuju Desa Rantau Langsat, dan dipertengahan jalan tepatnya di Pasar Belilas, kami berhenti untuk sarapan pagi. Selepasnya kami melanjutkan perjalanan yang sungghuh luar biasa tantangannya dengan jalan tanah keras dan terdapat beberapa titik berlumpur yang menyebabkan kami harus naik turun dari mobil agar mobil dapat melewatinya. Dan Alhamdulillah berkat ketelatenan supir kami Jaswandi yang telah berpengalaman, mobil kami dapat melalui titik-titik berlumpur dan tiba di Desa Rantau Langsat tepatnya di dusun Lemang sekitar pukul 10.00 WIB. Kami menurunkan barang bawaan dan ikhwan segera berbenah diri untuk bersiap-siap melaksanakan ibadah shalat jum’at. Sedangkan akhwat menyiapkan makan siang.
Sungguh luar biasa rasanya tiba di Dusun Lemang yang dialiri Batang Gansal (Sungai Gangsal). Kamipun langsung mandi di sungai gansal untuk bersih-bersih diri dan bercengkrama dengan adik-adik anak tempatan. Air yang jernih dan dingin membuat rasa penat dalam perjalanan daratpun hilang.
Setelah melaksanakan ibadah shalat jum’at kamipun makan bersama dan bersiap melaksanakan perjalanan menyusuri sungai gansal menggunakan boat yang disewa. Dalam perjalanan panjang menyusuri sungai yang berarus dan dangkal menyebabkan kamipun harus turun ke sungai dan mendorong perahu yang ditumpangi. Sungguh pengalaman yang luar biasa diperoleh selama menyusuri sungai gansal yang di kiri dan kanan masih ditumbuhi hutan lebat belantara yang menjadi habitat Harimau Sumatera. Selama perjalanan, kamipun memperoleh cerita kisah gua pintu tujuh dan batu naga kembar tiga dari pengendara boat Bapak Kijang yang juga merupakan Kepala Dusun Sadan tempat tujuan akhir kami. Setelah berjalan sekitar 5 jam, perjalanan pun terpaksa terhenti dikarenakan hari sudah mulai gelap yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan. Boat kamipun merapat di Dusun Nunusan.
Di Dusun Nunusan, kamipun menginap di rumah RT setempat Bapak Husni. Ditemani dengan lampu stronkeng kamipun rapat koordinasi perubahan jadwal dikarenakan target sampai di dusun tujuan sebelum maghrib tak tercapai. Selepas rapat, makan malampun sudah siap sedia dan kami makan malam bersama keluarga Bapak Husni dan Bapak Kijang. Dan selepas makan, bincang-bincang sejenak dengan tuan rumah dan kamipun istirahat tidur.
Berbagi Superqurban di Dusun Nunusan
Pagipun menjelang, dan selepas shalat subuh ikhwan berbenah mempersiapkan agenda penyaluran kornet superqurban dan alqur’an serta mukena di Dusun Nunusan. Sedangkan yang akhwat mempersiapkan sarapan pagi. Selepas sarapan, kamipun bergerak melaksanakan penyaluran superqurban di dusun tersebut yang terdapat 16 KK. Serta  menyalurkan mukena 5 buah dan al-qur’an 3 buah di mushalla yang terdapat di dusun tersebut. Selama penyaluran, kami menghampiri rumah warga dari satu pintu ke pintu yang lainnya. Rumah berdindingkan papan dan berukuran kecil merupakan tempat tinggal warga setempat. Dan di dusun ini terdapat sekolah dasar yang hanya terdiri dari ruangan kelas dan diajari oleh seorang guru. Ketua RT Bapak Husni menyampaikan ucapan terimakasih kepada Rumah Zakat, dan berharap ke depannya selalu mendapatkan perhatian lebih dari berbagai pihak dan terutama Rumah Zakat Pekanbaru untuk penyaluran dalam bentuk yang lainnya.
Selepas menyalurkan superqurban dan mukena serta Al-Qur’an, pukul 09.00 WIB Kamipun pamitan dengan Bapak Husni untuk melanjutkan perjalanan ke Dusun Sadan dengan menggunakan boat kembali. Perjalanan sekitar 3 jam yang dilalui kembali dengan tantangan arus sungai dan dangkalnya sungai yang membuat kerja ekstra untuk turun dari boat dan mendorong boatnya.
Sambutan Hangat Anak-Anak Harapan Bangsa
Setiba di Dusun Sadan, kamipun disambut anak-anak yang baru pulang dari sekolah dan bermain di pinggiran sungai. Bahagia rasanya akhirnya tiba di Dusun Sadan yang menjadikan perjalanan panjang yang melelahkan tergantinkan dengan senyum anak-anak tempatan. Kamipun menurunkan barang bawaan dan mengangkutnya menuju tempat tinggal selama 2 hari ke depan di rumah guru sekolah yang berada di sebelah bangunan sekolah yang merupakan sumbangan PKHS.
Kamipun istirahat sejenak dan mempersiapkan makan siang. Selepas makan siang, kamipun melaksanakan agenda perdana yakni Relawan Cilik di sekolah Yayasan PKHS. Sekitar 12 orang anak-anak tempatan hadir dan mendegarkan dengan saksama arahan yang diberikan oleh Karmel mengenai relawan. Pada kesempatan ini, kami menjelaskan pola hidup bersih dan sehat di dalam rumah. Selepas memberikan pengarahan, Relawan cilikpun dipersiapkan turun untuk melakukan survey ke rumah-rumah warga. Sebelum melaksanakan survey, kamipun melakukan upacara pengukuhan relawan cilik dengan pemasangan slayer relawan. 

Selama lebih kurang 1 jam lamanya relawan cilik yang terbagi dalam 3 kelompok melaksanakan survey ke rumah warga. Dan alhasil diperoleh data bahwasanya warga dusun Sadan bergantung kepada sumber air batang gansal yang konon ceritanya kami peroleh dari guru sekolah disini yakni Pak Lancar, di dusun atas di Datai yang warganya masih menganut ajaran animisme di waktu-waktu tertentu selalu melakukan pesta babi yang di bantai di sungai gansal tersebut. Mendengar hal demikian, kamipun ennggan untuk turun mandi di sungai gansal, dan lebih memilih untuk kegiatan bersih-bersih di anak sungai sadan. Selain itu, warga juga belum memiliki fasilitas MCK yang bersih dan sehat, serta layanan kesehatan yang tidak ada disini juga membuat warga tidak dapat melakukan cek kesehatan berkala bagi anak-anaknya maupun merekan sendiri.
Malam Pertama di Dusun  Sadan
Selepas kegiatan relawan cilik, kamipun bersih-bersih dan melaksanakan shalat maghrib berjama’ah di mushalla. Selepas melaksanakan shalat berjamaa’ah menanti waktu isya masuk, kami berbincang-bincang dengan kepala dusun Pak Kijang dan salah seorang dari LSM Serasi Anak Negeri (SERAI) Bapak Riki mengenai rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga turbin. Karena salah satu persoalan yang urgen di dusun ini yakni permasalahan listrik. Sehingga terbatasnya aktifitas warga di malam hari yang ditemani dengan penerangan lampu teplok.
Selepas shalat Isya, kamipun segera kembali ke rumah guru, dan di sini juga berbincang-bincang dengan Bapak Riki mengenai kekurangan yang ada di dusun ini. Beliau pun menanyakan “Bagaimana Rasanya mengunjungi dusun ini?” yang langsung sontak kami menjawab “Sungguh luar biasa perjalanan menuju kesini dan kondisi dusun yang memprihatinkan ini membuat banyak ide yang dapat dilakukan untuk dapat membantu warga disini”. Bapak Riki pun berharap nantinya ada kelanjutan kunjungan dari relawan RZ Pekanbaru untuk dapat membantu warga disini.
Selepas bincang-bincang, kamipun makan malam bersama yang sebelumnya telah dipersiapkan akhwat. Dan selepas makan, kami melaksanakan briefing persiapan agenda esok pagi yakni GEMABERSIHATI dan penyaluran kornet superqurban serta mukena dan al qur’an. Selama briefing kamipun mendapatkan ide pelaksanaan sebaiknya di dusun air bomban, namun karena perlu akses perahu lagi menuju desa ataupun dengan jalan kaki membutuhkan waktu 1,5 jam, kamipun memutuskan untuk melaksanakannnya di dusun ini saja, walaupun kebanyakan warganya pergi ke kebun di pagi hari. Sehingga planning kami pun melaksanakan GEMABERSIHATI bersama anak-anak dan juga penyuluhan PHBS ke rumah-rumah warga yang masih berada di rumah di pagi hari. Dan selesai briefing, kamipun beristirahat diterangi dengan temaramnya lampu teplok dan desingan suara binatang malam hutan. Begitu terasa tenang dan damai di dalam hutan walau dihantui rasa takut akan binatang buas.

Antusias Warga Bergotong Royong
Pagipun menjelang dengan suasana berkabut dan dinginnya semilir angin berhembus. Kamipun bergegas melaksanakan ibdah shalat subuh dan dilanjutkan dengan mempersiapkan sarapan pagi nasi putih ditambah mie rebus. Kamipun makan bersama dengan bapak RT di rumah guru Sanggar Belajar SADAN. Selepas sarapan, kamipun bergegas menuju mushalla untuk melaksanakan GEMABERSIHATI. Sungguh takjub melihat warga telah beramai-ramai bergotong rotong membersihkan lingkungan mesjid tak terkecuali anak-anak sekolah turut bersemangat membantu membersihkan rerumputan disekitaran pekarangan mesjid. Selepas bekerja sekitar 2 jam, kamipun mengumpulkan warga di depan mushalla untuk menyalurkan mukena, Al qur’an dan kornet superqurban kepada warga. Sebelumnya, kami menyampaikan terimakasih kepada kepala dusun, ketua RT serta warga yang dengan penuh hangat menyambut kedatangan kami. Berharap silaturahim kita tak terputus sampai disini. Dengan perjuangan yang sungguh luar biasa dan berkat pertolongan Allah SWT, kami akhirnya sampai di dusun ini dan bertemu dengan semua warga. Dan kepala dusun Bapak Kijang sebagai perwakilan warga mengucapkan ribuan terimakasih atas bantuan yang diberikan dan dengan penuh rasa hormat kami menerimannya dan berharap pertemuan ini bukan yang terakhir. Dan dapat menjalin hubungan komunikasi yang lebih ke depannya sehingga warga disini nantinya terbantu.

Selepas sambutan, barulah kami melaksanakan penyerahan mukena dan Al qur’an secara simbolis kepada kepala dusun dan ketua RT. Serta pemberian kornet superqurban kepada masing-masing perwakilan kepala keluarga. Sungguh senyum bahagia terpancar di wajah anak-anak dan warga setempat atas bantuan yang diberikan. Rasa senang dan bahagia juga menyelimuti kami yang datang dengan perjalanan yang panjang dan penuh tantangan, akan tetapi tak menyurutkan niat untuk sampai ke dusun Sadan ini. Dengan kunjungan ini, tampak nyata bahwasanya di negeri yang telah 69 tahun merdeka ini, masih banyak warga yang terperangkap di pedalamaman tanpa akses transportasi yang memadai, listrik yang tak kunjung masuk serta komunikasi yang terputus dari dunia luar. Begitu banyak keluh kesah warga yang disampaikan kepada kami, semoga nantinya dapat menjadi penyambung lidah kepada pihak-pihak terkait agar dapat mencarikan solusi terbaik untuk warga di sini. Selepas kegiatan kamipun kembali ke rumah guru untuk berbenah dan mempersiapkan makan siang. Berbekal kornet dan sarden, jadilah lauk super special di siang hari ini. Kamipun menyantap bersama lauk yang telah disiapkan akhwat.
Praktek Wudhu dan Shalat di Tepian Batang Gansal
Kegiatan dilanjutkan dengan materi wudhu’ dan shalat di mushalla. Setelah mengajarkan cara berwudhu, karena belum adanya air di mushalla maka kegiatan praktek langsung di tepian batang gansal. Walau dengan keterbatasan sarana, anak-anak sangat antusias mengikuti praktek wudhu yang dilanjutkan dengan materi gerakan shalat. Dengan beralaskan potongan kayu anak-anak silih berganti mempraktekkan gerakan shalat. Kemudian, anak-anak duduk melingkar diberi arahan tentang Rukun Islam oleh kak Rozy. Dengan semangatnya mereka melafadzkan dua kalimat syahadat. Selepas melaksanakan kegiatan di batang gansal, anak-anak bubar dan pulang k rumah masing-masing. Kamipun pulang menuju rumah guru, namun sesampai di rumah anak-anak selalu mengikuti dan bercengkerama dengan kami.

Anak-Anak Berbondong-Bondong Shalat Berjama’ah
Hari semakin gelap dan malampun menjelang. Dengan ditemani temaram lampu teplok dan suara jangkrik bersahutan, kamipun melaksanakan shalat maghrib di mushalla. Senang rasanya setiap melaksanakan shalat maghrib di mushalla selalu ramai dengan anak-anak yang belajar mengaji. Setiap pukul 17.00 WIB anak-anak telah ramai di mushalla dan belajar mengaji hingga waktu maghrib menjelang. Malam ini merupakan malam terakhir kami berada di dusun Sadan ini, kami mempersiapkan barang-barang untuk kembali esok paginya serta persiapan kegiatan terakhir di sekolah. Begitu terasa bagi kami singkatnya waktu berada di dusun ini, karena keesokan hari akan kembali berangkat ke Pekanbaru. Makan malam terakhir di dusun ini kami menyantapnya dengan penuh semangat  karena ditemani nasi dan lauk ikan asin beberapa potong dan petai serta sambal kornet. Selepas makan kamipun segera istirahat untuk mempersiapkan diri menepuh perjalanan air dan kegiatan pagi.
Relawan Goes To School di Hari Terakhir
Rintik-rintik air dan embun pagi menyelimuti Dusun Sadan di Pagi hari terakhir kami di sini. Kicauan burung-burung dan suara gemercik air sangat menenangkan hati dan menyejukkan jiwa. Kamipun berbenah dan beres-beres serta mempersiapkan bekal untuk diperjalanan. Sebelum meninggalkan dusun Sadan, kami melaksanakan agenda terakhir yakni Relawan Goes to School (RGTS) di sanggar belajar Sadan.
Tema yang di angkat dalam agenda RGTS ini yakni edisi cita-cita, dengan membawa perlengkapan bak seorang koki, gambar-gambar rancangan bangunan dan alat-alat teknisi, kami berlagak seperti seorang koki, arsitektur dan teknisi. Anak-anak sekolah dikelompokkan menjadi 3 kelompok yang masing-masingnya akan diisi oleh satu profesi.
Selamat pagi….!!! Sontak dengan semangatnya anak-anak menjawab, Pagiii……!!!. Luar biasa kesan diperoleh setelah mengikuti pelajaran dari bapak guru hari ini yang mengajarkan kita sebagai manusia harus memiliki rasa malu, sabar, dan saling menghormati serta tentunya kita satu saudara. Melihat kondisi kelas berdinding papan dan beralaskan tanah dengan meja dan kursi dari kayu hutan serta anak-anak yang berbaju berwarna warni semakin menambah semangat bagi kami untuk dapat memberikan kesan luar biasa bagi anak-anak. Di awali dengan perkenalan dan yel-yel tepuk semangat, anak-anak sangat antusias dan ketika dinyanyikan lagu terimakasihku ada anak-anak yang menangis mendegarkannya. Setelah perkenalan, mulailah kak Karmel menginspiras anak-anak dengan berlagak seperti koki handal memperagakan membuat sandwich. Anak-anak begitu antusias mengikutinya dan mendegarkan kak Karmel menjelaskan dimulai dari bahan-bahan yang digunakan dan langkah demi langkah dalam membuat sandwich. Dan yang paling seru tentunya saat sandwich telah siap sedia dimakan, mulailah suasana kelas riuh untuk mencoba sandwich buatan koki Karmel. Setelahnya, dua perwakilan siswa mencoba membuat sandwich di depan kelas dengan bimbingan kakak-kakak relawan.
Kemudian, anak-anak di ajak keliling dunia dengan mengenalkan bangunan-bangunan tinggi yang terkenal di dunia. Di mulai dari Jam gadang di Bukit Tinggi, Candi Borobudur di Jawa Tengah, Menara Kembar Petronas, hingga Menara Eiffel di Perancis. Anak-anak begitu semangat ketika ditanya siapa yang mau pergi ke Paris.??? Dengan kompak menjawab, Saya,………. Alhamdulillah senang rasanya ketika melihat senyum bahagia dari anak-anak yang jauh dari bisingnya lalu lintas di kota-kota besar. Mereka bermain di dalam rimbanya hutan dengan derasnya arus sungai dan kicauan burung.
Setelah mengetahui bangunan-bangunan tinggi, anak-anak di ajak untuk menggambar bangunan-bangunan tinggi yang tadinya mereka lihat. Dengan selembar kertas HVS anak-anak sibuk dengan goresan pensilnya untuk menggambar menara-menara yang telah diperlihatkan. Ada yang menggambar Jam Gadang, rumah, hingga menara Petronas. Wah, bahagia sekali hati ini dan berharap anak-anak ini nantinya dapat melihat dunia luar dengan beragam bangunan-bangunan tinggi.
Setelah kegiatan berakhir, kamipun bergegas untuk segera turun ke hilir dengan menggunakan boat. Sebelum naik ke boat kami singgah ke rumah Bapak Soan yang merupakan RT dusun Sadan. Beliau mengungkapkan terimakasih yang sebesarnya kepada kami yang telah bersedia berkunjung ke dusun ini. Besar harapannya kunjungan pertama ini bukan yang terakhir kalinya. Kalaupun ada kesempatan dan kesehatan berkunjunglah lagi kemari, kata Bapak Soan.
Singgah di Dusun Air Bomban
Kamipun berangkat dengan boat yang telah siap sedia dengan muatan kornet superqurban, al-qur’an serta mukena yang akan kami salurkan ke Dusun Air Bomban. Dengan lambaian tangan anak-anak menyertai kepulangan kami. Sedih rasanya meninggalkan anak-anak harapan bangsa yang semangat dalam mengenyam pendidikan. setelah beberapa lama perjalanan, kamipun singgah dan merapat ke Dusun Air Bomban untuk menyalurkan kornet superqurban, mukena, dan alqur’an. Dusun ini masih satu RT dengan dusun Sadan, dimana terdapat 24 KK yang mendiaminya. Karena diburu waktu agar siang sampai di dusun Lemang, kamipun menyerahkannya secara simbolis kepada pengurus mesjid yakni Bapak Yahya.
Perjalanan Berakhir dengan Bahagia
Perjalananpun kami lanjutkan, dimana perjalanan pulang yang dilalui sedikit lebih ringan dibadingkan dengan perjalanan berangkat karena kami mengikuti arus ke hilir. Akan tetapi tantangannya yang luar biasa menembus bebatuan yang besar ibarat berarung jeram dengn boat kayu. Di salah satu titik arus deras, boat kami sedikit tak terkendali oleh pengayuh galah yakni Bapak Lancar hingga beliau terlempar ke sungai dan boat kami menabrak batu yang menyebabkan kerusakan di dinding boat. Alhamdulillah kami selamat tanpa ada sedikitpun terluka dan perjalananpun dapat dilanjutkan. Dan tiba akhirnya di desa Lemang, dank arena telah siang hari perutpun terasa lapar, kamipun menyantap makan siang yang telah disiapkan dari dusun Sadan tadi. Kemudian, sambil menunggu mobil jemputan, kami menyalurkan kornet yang masih ada kepada warga dusun Lemang. Dan setelah mobil jemputan datang yang juga membawa kornet tambahan, kamipun menyerahkannya kepada bapak Kepala Dusun untuk menyebarkannya kepada warga. terdapat sekitar 100 KK lebih yang mendiami dusun Lemang. Bahagia bercampur sedih, bahagia amanah telah dilaksanakan dan sedih karena hanya sebentar waktu yang tersedia untuk dapat berbagi inspirasi dengan anak-anak dan warga setempat. Namun, perjalanan perdana ke sini membawa banyak arti dan cerita bagi kami sesampainya di Pekanbaru. Semoga nantinya dapat kembali ke Desa Rantau Langsat dengan beragam program dan penyaluran lainnya.

0 komentar:

Posting Komentar